PENYAIR
orang yang pandai bersyair
untai kata terus mengalir
menguak sebuah tabir
bak air dari hulu sampai hilir
tapi jika tak enak dipikir
inspirasi pun minggir
PENDUSTA
berawal dari orang tak berdosa
yang telah hilang asa
juga rasa
PENULIS
tangan menulis
yang tak harus puitis
cukup membuat hati miris
benar-benar teriris
hingga tak kuasa menahan tangis
Tampilkan postingan dengan label Galery Puisiku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Galery Puisiku. Tampilkan semua postingan
Jumat, 11 Desember 2009
Jumat, 12 Desember 2008
Hilang
Sepi, sendu, sendiri ......
Detik ini
Dayung itu sudah patah
Menghentikan perahuku di tengah samudra
Aku telah mencoba untuk memperbaikinya
Namun, tak ada guna .......
Entah .........
Mampukah bertahan dalam kerapuhan
Dan hembusan hasrat tak bermakna
Kesendirian menjadi teman sejati
Dalam kerinduan tak berujung
Hancur sudah .........
Tak ada yang tersisa selain serpih
Tapi aku kan tetap ada di sini
Mencari ketenangan hati
Menyambung serpihan dayungku yang patah
Menanti sebuah jawaban akan jalan selanjutnya ...........
Detik ini
Dayung itu sudah patah
Menghentikan perahuku di tengah samudra
Aku telah mencoba untuk memperbaikinya
Namun, tak ada guna .......
Entah .........
Mampukah bertahan dalam kerapuhan
Dan hembusan hasrat tak bermakna
Kesendirian menjadi teman sejati
Dalam kerinduan tak berujung
Hancur sudah .........
Tak ada yang tersisa selain serpih
Tapi aku kan tetap ada di sini
Mencari ketenangan hati
Menyambung serpihan dayungku yang patah
Menanti sebuah jawaban akan jalan selanjutnya ...........
Sabtu, 12 April 2008
Musnah
Hancur sudah rajutan kasih ini
Setelah sekian lama terjaga
Namun itu lebih baik
Daripada terus tertutup dusta
Curigaku telah muncul terdahulu
Saat kasih sayangnya telah terbagi
Bukti-bikti telah cukup tuk ungkap
Namun, tak sepatah kata pun yang terucap
Karena sungguh aku tak ingin menyakitinya
Akankah harus kulukai sendiri perasaanku
Demi melihat senyuman yang bahagiakanku
Walau harus kujalani hari tanpa asa, diam termangu...
Terselubung dalam naungan kesendirian
dan kebimbangan yang semakin mengobsesi...
Setelah sekian lama terjaga
Namun itu lebih baik
Daripada terus tertutup dusta
Curigaku telah muncul terdahulu
Saat kasih sayangnya telah terbagi
Bukti-bikti telah cukup tuk ungkap
Namun, tak sepatah kata pun yang terucap
Karena sungguh aku tak ingin menyakitinya
Akankah harus kulukai sendiri perasaanku
Demi melihat senyuman yang bahagiakanku
Walau harus kujalani hari tanpa asa, diam termangu...
Terselubung dalam naungan kesendirian
dan kebimbangan yang semakin mengobsesi...
Tak Setimpal
Telah kuserahkan kepercayaan seutuhnya padanya
Telah kujadikan tonggak dalam menjalani hidup
Telah kutempatkan dia di tempat tertinggi dalam diriku
Tapi, ternyata selama ini dia tak pantas mendapatkan itu semua
Karena hanyalah penghianatan yang dia sembahkan untuk rasa percaya itu
Aku pun tak tahu apa yang harus ku perbuat lagi
Apakah hanya diam, sementara hatiku terus tersayat
Apakah aku harus berontak, sementara hasratku tak kuasa tuk lakukan itu
Apakah aku harus membuka pintu maafku,
sementara aku masih menyimpan segudang rasa kecewa di hati
Entahlah...
yang ku tau saat ini
Aku ingin seperti tubuh yang lengkap dan sempurna,
tak terbelah-belah...
Telah kujadikan tonggak dalam menjalani hidup
Telah kutempatkan dia di tempat tertinggi dalam diriku
Tapi, ternyata selama ini dia tak pantas mendapatkan itu semua
Karena hanyalah penghianatan yang dia sembahkan untuk rasa percaya itu
Aku pun tak tahu apa yang harus ku perbuat lagi
Apakah hanya diam, sementara hatiku terus tersayat
Apakah aku harus berontak, sementara hasratku tak kuasa tuk lakukan itu
Apakah aku harus membuka pintu maafku,
sementara aku masih menyimpan segudang rasa kecewa di hati
Entahlah...
yang ku tau saat ini
Aku ingin seperti tubuh yang lengkap dan sempurna,
tak terbelah-belah...
Sampan
Sampan kecil terayun ke tengah laut
Terusik ombak keberadaannya, dan
Badai sendatkan jalannya
Sampan itu terus ikuti arus
Ikut ke kiri meski inginnya ke kanan
Ikut ke tengah meski ingin ke tepi
Berhari-hari sudah
Sampan itu habiskan waktu
Abaikan siang dan malam
Pagi yang membuatnya bermandikan embun,
Siang yang membuatnya silau akan surya
Sore yang membuatnya damai akan rona mentari
Malam yang membuatnya berkaca bulan
Seolah-olah membuatnya tak berarti
Jika sampan itu dapat berbicara
Tentu ia akan memohon pada yang berkuasa
intik lancarkan jalannya
Agar lekas sampai di muara akhir
Yang menjadi rtempat penghabisan waktu
Hingga ia lapuk dan menjadi karang
Yang takkan lagi terombang-ambing
dan tentunya ia akan merasakan kebahagiaan
yang sebelumnya belum pernah ia rasakan
Selama menjadi karang...
Terusik ombak keberadaannya, dan
Badai sendatkan jalannya
Sampan itu terus ikuti arus
Ikut ke kiri meski inginnya ke kanan
Ikut ke tengah meski ingin ke tepi
Berhari-hari sudah
Sampan itu habiskan waktu
Abaikan siang dan malam
Pagi yang membuatnya bermandikan embun,
Siang yang membuatnya silau akan surya
Sore yang membuatnya damai akan rona mentari
Malam yang membuatnya berkaca bulan
Seolah-olah membuatnya tak berarti
Jika sampan itu dapat berbicara
Tentu ia akan memohon pada yang berkuasa
intik lancarkan jalannya
Agar lekas sampai di muara akhir
Yang menjadi rtempat penghabisan waktu
Hingga ia lapuk dan menjadi karang
Yang takkan lagi terombang-ambing
dan tentunya ia akan merasakan kebahagiaan
yang sebelumnya belum pernah ia rasakan
Selama menjadi karang...
Diary Kalbu
Kucoba dustai perasaan ini
Kucoba lari setiap mengingatmu
Kucoba sadarkan diri
bahwa aku dan dia takkan pernah bersatu
selamanya...
Apakah ini derita seorang pemuja rahasia?
pemuja yang mengharapkan balasan
pemuja yang merelakan waktunya terkuras
hanya untuk memberikan celah
bagi dia untuk datang di anganku
Rasa ini sungguh menyiksaku
dan entah kapan rasa ini
akan kumuntahkan semua...
Kucoba untuk berpaling
Kucoba lari setiap mengingatmu
Kucoba sadarkan diri
bahwa aku dan dia takkan pernah bersatu
selamanya...
Apakah ini derita seorang pemuja rahasia?
pemuja yang mengharapkan balasan
pemuja yang merelakan waktunya terkuras
hanya untuk memberikan celah
bagi dia untuk datang di anganku
Rasa ini sungguh menyiksaku
dan entah kapan rasa ini
akan kumuntahkan semua...
Kucoba untuk berpaling
Namun, di akhir jalan
ku selalu kembali padanya
Aku tak tahu apayang membuat
rasa ini begitu kuat...
Jujur, ku ingin keluar dari siksa batin ini...
Kamis, 14 Februari 2008
Abadi Tuk Slamanya
Sahabat...
Kau mutiara hatiku
Kau sumber kekuatan bagiku
Kaulah penguat batin ini
Saat kujatuh, kau yang bangkitkan aku lagi
Saat kulemah, kau kuatkan aku lagi
Kau terangi pikirku saat semua gelap
Kaulah sinar kebahagiaan dalam hidupku
Batapa pentingnya kau di setiap nafasku
Aku tak tahu jika nanti kau tiada
Tentu tak ada lagi sinar yang masuk ke dalam celah pikirku
Aku akan lemah tanpamu
Ibarat raga tanpa tulang
Kau telah menyatu dalam setiap tetes darahku
Kau begitu mengenalku
Kau tahu sekecil lubang kekuranganku
Begitupun dengan diriku yang terlalu mengenalku
Hingga di antara kita terajut ikatan batin yang sangat kuat
Sahabat...
Tangismu adalah laraku
Senyummu adalah kebahagiaanku
Kepercayaanmu adalah amanat yang akan kujaga selalu...
Satu hal yang selalu kuingat darimu
Kau telah ajarkanku arti sebuah hidup penuh makna,
yakni adanya sosok sahabat di sisi
Sampai kapanpun, namamu akan tetap menjadi selimut rong-rong kalbuku
yang takkan mungkin terganti...
Kau mutiara hatiku
Kau sumber kekuatan bagiku
Kaulah penguat batin ini
Saat kujatuh, kau yang bangkitkan aku lagi
Saat kulemah, kau kuatkan aku lagi
Kau terangi pikirku saat semua gelap
Kaulah sinar kebahagiaan dalam hidupku
Batapa pentingnya kau di setiap nafasku
Aku tak tahu jika nanti kau tiada
Tentu tak ada lagi sinar yang masuk ke dalam celah pikirku
Aku akan lemah tanpamu
Ibarat raga tanpa tulang
Kau telah menyatu dalam setiap tetes darahku
Kau begitu mengenalku
Kau tahu sekecil lubang kekuranganku
Begitupun dengan diriku yang terlalu mengenalku
Hingga di antara kita terajut ikatan batin yang sangat kuat
Sahabat...
Tangismu adalah laraku
Senyummu adalah kebahagiaanku
Kepercayaanmu adalah amanat yang akan kujaga selalu...
Satu hal yang selalu kuingat darimu
Kau telah ajarkanku arti sebuah hidup penuh makna,
yakni adanya sosok sahabat di sisi
Sampai kapanpun, namamu akan tetap menjadi selimut rong-rong kalbuku
yang takkan mungkin terganti...
Sabtu, 02 Februari 2008
Rapuh
Bertambah hari berarti semakin rapuh
kita tak bisa hindari itu
rintangan hidup semakin semakin deras
bak gerimis menjadi badai
Namun, gerimis itu dapat perlahan mereda
hingga munculah pelangi yang memancarkan
keanggunan dalam setiap warna
Semua itu tergantung kita yang menyikapinya
Serumit apapun rintangan itu
meski hati tak sanggup berbicara
hanya senyumanlah yang dapat berkata
Seakan memberikan harapan
dalam setiap pemecahan..
kita tak bisa hindari itu
rintangan hidup semakin semakin deras
bak gerimis menjadi badai
Namun, gerimis itu dapat perlahan mereda
hingga munculah pelangi yang memancarkan
keanggunan dalam setiap warna
Semua itu tergantung kita yang menyikapinya
Serumit apapun rintangan itu
meski hati tak sanggup berbicara
hanya senyumanlah yang dapat berkata
Seakan memberikan harapan
dalam setiap pemecahan..
AKU
Seekor kupu-kupu terbang
mengarungi samudera angkasa
bertahan dalam terjangan badai
di atmosfer yang tak bisa hidupkannya
Tapi, kepakan sayap satu demi satu
terus diayunkannya
Tekad tuk menembus batas yang tiada batasnya
Seolah-olah ia sedang berlari dalam derita yang terus mengejar
Tak peduli dengan apa yang ada di sekeliling
karna ia hanya ingin menghirup kedamaian abadi setelah batas itu
Kupu-kupu itu sama sepertiku
yang terus mencoba
untuk bertahan dalam kerapuhan hidup
yang semakin lama semakin terkikis
habis lalu punah...
Jika aku dapat bertahan, akan kucoba tuk keluar
hingga akhirnya aku dapat merasakan
kebahagiaan yang sesungguhnya...
mengarungi samudera angkasa
bertahan dalam terjangan badai
di atmosfer yang tak bisa hidupkannya
Tapi, kepakan sayap satu demi satu
terus diayunkannya
Tekad tuk menembus batas yang tiada batasnya
Seolah-olah ia sedang berlari dalam derita yang terus mengejar
Tak peduli dengan apa yang ada di sekeliling
karna ia hanya ingin menghirup kedamaian abadi setelah batas itu
Kupu-kupu itu sama sepertiku
yang terus mencoba
untuk bertahan dalam kerapuhan hidup
yang semakin lama semakin terkikis
habis lalu punah...
Jika aku dapat bertahan, akan kucoba tuk keluar
hingga akhirnya aku dapat merasakan
kebahagiaan yang sesungguhnya...
Langganan:
Postingan (Atom)